tujuh-t-strategi-menghafalkan-alquran-vpkroywdz3

Bagi umat Muslim membaca Alquran adalah sebuah kewajiban, namun terkadang banyak diantara kita belum fasih menghafalkan Alquran dengan baik. Sebab itu, selain harus lancar membaca Alquran, umat Muslim juga harus menghafalkan ayat-ayat suci Alquran guna mengetahui maknanya.

Kini ada tujuh strategi yang dinilai manjur untuk mempermudah menghafalkan Alquran. Saat materi ini disampaikan sewaktu di Thaif, pemateri telah mengujikan strategi ini ke beberapa anak didiknya, dan hasilnya memuaskan.

Rata-rata seseorang membutuhkan waktu 20-30 menit untuk menghafalkan satu halaman Alquran, tetapi setelah mempraktikan tujuh T strategi, ini hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit saja. Berikut tujuh T strategi dalam menghafalkan Alquran sebagaimana dikutip Okezone dari laman mtqmn14.ui :

1. Tahyiah (persiapan)

Persiapan di sini mencakup persiapan kondisi diri, tempat, dan waktu. Kondisikan diri sesiap mungkin untuk menghafal Alquran. Kosongkan diri dari hal-hal yang merusak konsentrasi, kemudian pilih tempat dan waktu yang tepat.

2. Takhayyul (berimajinasi)

Bagi kamu yang mengerti Bahasa Arab, maka itu sungguh modal yang luar biasa untuk bisa mempermudah menghafal Alquran. Kalau belum, maka bisa melihat ke terjemahan. Tujuannya adalah untuk memahami apa yang dihafal.

Ketika kamu paham apa yang kamu hafal, maka proses menghafal pun akan terasa lebih mudah. Memahami apa yang dihafal juga membantu berimajinasi menemukan penghubung antar-ayat, sehingga hafalan menjadi lebih kokoh.

3. Taskhin (pemanasan)

Saat mulai menghafal, jangan paksakan jumlah yang dihafal. Dalam menghafal Alquran, tidak ada yang mewajibkan kamu memulainya dengan utuh satu ayat (bila ayatnya panjang). Mungkin kamu bisa memulai dengan satu baris, atau beberapa kata sebagai pemanasan.

4. Tarkiz (konsentrasi)

Segala pekerjaan membutuhkan konsentrasi agar membuahkan hasil yang maksimal. Tingkat konsentrasi berbanding lurus dengan kecepatan menghafal. Semakin kamu konsentrasi, semakin cepat pula hafalan tersimpan di memori.

5. Tartil (baca perlahan)

Eja huruf per huruf. Amati hurufnya satu per satu. Resapi kata per kata. Baca dengan tenang dan dalam tempo perlahan. Jangan tergesa-gesa.

6. Tikrar (diulang-ulang)

Tingkat hafalan manusia berbeda-beda. Ada yang membutuhkan satu kali pengulangan agar hafalannya tertancap di memori. Dan banyak yang membutuhkan lebih dari satu kali. Jangan terburu-buru melanjutkan hafalan, ulang dan ulang terlebih dahulu apa yang sedang dihafal, baru kemudian lanjutkan.

7. Tarabuth (ikatan)

Temukan korelasi antara ayat per ayat dan halaman per halaman. Banyak orang yang lupa di mana hafalannya saat pergantian ayat ataupun pergantian halaman. Ini bisa dikurangi dengan menemukan atau bahkan dengan menciptakan kaitan ayat atau halaman tadi.

Bisa berupa makna ayat, sebagai contoh bila ayat-ayat yang dihafal menceritakan sebuah kisah, dan ini banyak ditemukan di Alquran. Atau bisa dengan melihat kemiripan kata atau huruf dari pertemuan ayat atau halaman. Selamat Mencoba. Ma’akumun Najaah.